Rabu, 24 Juli 2013

Tugas Ekonomi Pariwisata


Hasil suatu penelitian terhadap perilaku perusahaan dalam menawarkan barang x yang diproduksi dirumuskan dalam suatu persamaan penawaran sebagai berikut :
Qsx = 40 + 5Px – 2Py -10N
Qsx  adalah jumlah barang yang ditawarkan; Px adalah harga barang x; Py harga input; N adalah banyaknya macam barang pesaing.
Tentukan besarnya koefisien elastisitas harga penawaran barang x pada tingkat Px = 4; Py = 2; N = 3.
Berikan penjelasan dari setiap nilai koefisien elastisitas tersebut!
Jawaban :
Qsx = 40 + 5(4) – 2(2) – 10(3)
      = 40 + 20 – 4 – 30
      = 26
Elastisitas harga terhadap barang x
Ep = Qx . Px 
          Px    Qx
      = 5 . 4
                26
      =0,77
Nilai koefisien 0,77 menunjukkan setiap perubahan harga barang x sebesar 1 % akan mengubah jumlah barang x yang ditawarkan  sebesar 0,77 % dengan arah positif (elastisitas penawaran ), Jika harga barang x naik maka penawaran barang x naik 0,77%. Sifat barang adalah inelastis, ditunjukkan dengan nilai koefisien lebih kecil dari 1.

TUGAS 4

Propinsi Kopo memiliki jumlah penduduk 8.310.000 jiwa. Pada tahun 1993, jumlah wisatawan mancanegara yang mengunjungi provinsi ini tercatat sebanyak 678.542 orang. Sedangkan wisatawan nusantara yang datang melakukan kegiatan wisata di kawasan ini berjumlah 1.134.860 orang wisatawan. Menurut kantor pariwisata Kopo kecenderungan kegiatan pariwisata di daerah ini adalah sebagai berikut :

a.                Pengeluaran rata-rata wisatawan mancanegara per hari adalah 75 US$, sedang wisatawan                            nusantara memiliki pengeluaran rata-rata per harinya sebesar  Rp.25.000
b.                Rata-rata lama tinggal wisatawan mancanegara 10 hari sedangkan wisatawan nusantara 5 hari.
c.                Nilai tambah Provinsi Kopo diketahui besarnya 45%
d.                Pendapatan regional provinsi ini diketahui sebesar Rp.1.625.000.000.000,00
e.                Pada tahun 1993 1 US $ sebanding dengan Rp.2.500,-


1.      Menghitung dan memberikan analisis atas intensitas pariwisata provinsi Kopo.
         Jawab :
 TI       = ((Nf x Lf) + (Nd x Ld)) x 100%      
                                     P   
TI        = ((678.542x10) + (1.134.860x5)) x100%
                                    8.310.000
TI        = (6.785.420 + 5.674.300) x 100%
                                    8.310.000
TI        = 12. 459.720 x 100% = 150%
                      8.310.000


2.   Menghitug besarnya pendapatan yang diperoleh dari kegiatan sektor pariwisata di provinsi Kopo.
      Jawab :

Y    =    (Nd x Ld x ed)    +    (Nf x Lf x ef)   
Y  =   ( 1.134.860 x 5 x 25.000 ) + ( 678.542 x 10 x 187.500 )
Y  =  141.857.500.000  +  1.272.266.250.000
Y  =  Rp 1.414.123.750.000



3.      Menghitung besarnya sumbangan yang diberikan oleh sektor pariwisata terhadap pendapatan regional            provinsi ini.
         Jawab :

CT =    Y x Va x 100%      
                   NY   
CT = 1.414.123.750.000 x 45% x 100% = 39%
                     1.625.000.000.000



4. .      Buatkan analisis mengenai kondisi kegaitan pariwisata di provinsi Kopo ditinjau dari sumbangan                    kegiatan sektor pariwisata.
           Jawab :


Kontribusi atau sumbangan yang di berikan sektor pariwisata terhadap pendapatan regional yang diperoleh Provinsi Kopo adalah sebesar 39% dari Rp. 1.625.000.000.000 atau sebesar Rp. 633.750.000.000,-. Dengan hasil 39% dan nilai tambah Provinsi Kopo sebesar 45%, dalam hal ini bisa dikatakan bahwa sektor pariwisata akan menjadi penyumbang pendapatan regional terbesar diprovinsi ini dan akan menghasilkan yang lebih baik pada tahun – tahun yang mendatang dan akan memebrikan dampak positif bagi sektor-sektor pariwisata..

Selasa, 18 Juni 2013

TUGAS DISKUSI

PERDAGANGAN BEBAS INDONESIA-CHINA SINYAL KRISIS EKONOMI INDONESIA
jr-kaldon.blogdrive.com
Indonesia tengah berusaha meningkatkan kinerja produksi dalam negeri, khususnya meningkatkan kemandirian usaha melalui berbagai kebijakan ekonomi (kredit usaha kecil, PNPM mandiri, kredit Usaha Tani, dan berbagai subsidi pemerintah untuk menumbuhkan ketahanan ekonomi dalam negeri). Upaya tersebut di atas ditujukan untuk melahirkan efisiensi ekonomi dalam negeri, sehingga pengusaha lokal mampu meningkatkan skala ekonomi yang pada akhirnya mampu menyediakan hasil produksi yang dapat diterima masyarakat pada tingkat harga terjangkau (murah).
Upaya di atas didukung pula oleh aksi anti korupsi yang diarahkan untuk mengurangi ekonomi biaya tinggi. Ketika berbagai pungutan liar, serta penyalahgunaan kewenangan anggaran, dan berbagai penggelembungan anggaran telah terkurangi, bahkan dihilangkan, maka efisiensi produksi nasional relatif akan tercapai.
Berbagai usaha di atas tengah dilakukan, efisiensi ekonomi masih merupakan tujuan, hal ini mengandung arti bahwa harga barang dan jasa yang diproduksi perusahaan dalam negeri baik kecil, menengah, maupun besar relatif masih mahal, jika proses produksi menggunakan bahan baku impor maka tentu harga komoditas tersebut semakin mahal, sebab kurs dollar terhadap rupiah masih tinggi.
Kondisi di atas mencerminkan bahwa Indonesia sesungguhnya belum siap melakukan perdagangan bebas dengan negara lain, apalagi dengan negara yang telah mencapai efisiensi ekonomi. Jika kita tetap melakukannya maka produsen dalam negeri akan kehilangan konsumen faktual dan konsumen potensialnya, sebab mereka akan beralih kepada komoditas impor yang lebih murah.
Menyikapi perdagangan bebas ASEAN-China, khususnya Indonesia-China, sesungguhnya merupakan perdagangan bebas yang tidak adil. Kita mengenal sistem ekonomi China belum bisa dikatakan keluar sepenuhnya dari sistem ekonomi terpimpin (Command economic System), berarti komoditas yang dihasilkan China merupakan komoditas nasional, meskipun dihasilkan oleh produsen swasta dapatkah kita menjamin hilangnya keterlibatan Pemerintah China dalam proses produksi (hilangnya subsidi pemerintah, serta bantuan pemerintah lainnya terhadap pengusaha). Pada kondisi seperti ini sesungguhnya produsen swasta Indonesia tengah bersaing dengan negara China sebagai produsen, akan mampukah produsen Indonesia bersaing dengannya ?. Kesulitan bersaing produsen swasta Indonesia dengan produk China terletak pada tingkat efisiensi yang dicapai oleh masing-masing produsen. Tingkat efisiensi produksi produsen swasta Indonesia tentu kalah oleh tingkat efisiensi produksi China, sebab berbagai unsur pendukung tercapainya efisiensi di China sepenuhnya merupakan kebijakan Pemerintah China, sebab negaranya merupakan produsen, dan tingkat ekonomi biaya tinggi di negara China relatif sangat rendah.
Sumbang saran kami untuk mengurangi dampak negatif perdagangan bebas Indonesia-China terhadap Produsen Indonesia adalah :
a). Mempercepat proses pencapaian efisiensi ekonomi melalui pengembangan sarana dan prasarana pasar komoditas  lokal (Pengembangan sarana pasar tradisional, menjadi saran pasar tradisional modern). b). Pengembangan komoditas yang berbasis bahan baku lokal. c). Meniadakan praktik ekonomi biaya tinggi yang bersumber dari berbagai pungutan liar yang berkenaan dengan perizinan serta faktor-faktor administratif lainnya, korupsi, pembengkakan anggaran (mark up), dan praktir kotor lain yang berkenaan langsung dengan meningkatnya biaya produksi. d). Menutup impor barang dan jasa yang telah diproduksi di Dalam Negeri. e). Memperluas jaringan kerjasama usaha di dalam negeri, sehingga produsen dalam negeri memperoleh kemudahan dalam penyediaan bahan baku, sumber dana, serta kemudahan melakukan promosi pada berbagai media massa. f). Meningkatkan subsidi pemerintah khususnya untuk barang yang diproduksi swasta namun berkaitan dengan hajat hidup rakyat (misalnya komoditas minyak dan gas alam beserta distribusinya, komoditas pangan terutama beras, komoditas pakaian dan derivasinya, jasa komunikasi dan transfortasi, air minum, air bersih, listrik dan komoditas publik lainnya), hal ini dilakukan agar dicapai efisiensi lebih cepat. (ingat kewajiban yang diemban negara dari UUD-45, pasal 33).

Perdagangan bebas antar negara yang memiliki tingkat efisiesi yang seimbang memang menguntungkan, khususnya bagi pemenuhan kebutuhan konsumen terhadap produk yang tidak diproduksi di dalam negeri, namun jika perdagangan bebas dilakukan antara negara yang telah memperoleh efisiensi karena sistem ekonomi dan keterlibatan negara sangat mendukung dengan negara berkembang yang belum mencapai tingkat efisiensi dalam perekonomiannya, maka yang terjadi adalah ketidak adilan. Jika perdagangan bebas memperdagangkan barang yang telah di produksi di dalam negeri negara yang tidak efisien, maka perdagangan bebas merupakan penghancuran produsen dalam negeri.
Pergaulan ekonomi dunia bukan ajang pemelaratan manusia, namun alat untuk mensejahterakan manusia, jika ternyata perdagangan bebas melahirkan kesengsaraan rakyat Indonesia, sebaiknya Indonesia menunda perdangan bebas sampai dicapai tingkat efisiensi ekonomi nasional dan siap bersaing.



Menurut pendapat saya, Perdagangan bebas Indonesia-china dapat memberikan dampak positif yaitu terbukanya peluang Indonesia untuk meningkatkan perekonomiannya melalui pemanfaatan peluang pasar yang ada, dimana produk-produk dari Indonesia dapat dipasarkan secara lebih luas ke negara-negara ASEAN dan China. Dengan masuknya produk-produk Indonesia ke negara luar, maka kegiatan industri di Indonesia menjadi meningkat, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara Indonesia.
Namun saat ini perdagangan bebas Indonesia-China tidak efektif dikarenakan kesejahteraan ekonomi untuk rakyat Indonesia sendiri masih belum terpenuhi. Harga barang dan jasa yang diproduksi perusahaan dalam negeri baik kecil, menengah, maupun besar relatif masih mahal. Produk-produk dari china bisa membuat perekonomian indonesia mengalami penurunan, karena bisa berpotensi mengalami kebangkrutan bagi perusahaan dalam negri. Bangkrutnya perusahan tersebut disebabkan karena ketidaksiapan para pelaku bisnis Indonesia, terutama bisnis menengah dan kecil dalam bersaing. Dengan mengadakan perdagangan bebas Indonesia-china berarti membiarkan masuknya produk-produk import yang dapat menghancurkan usaha kecil menengah serta mempersempit lapangan kerja karena banyak industri kecil gulung tikar akibat kalah bersaing di pasar lokal dengan industri asing. Selain itu masuknya produk China ke Indonesia tidak hanya berdampak terhadap produk Indonesia, akan tetapi juga berdampak terhadap kesehatan masyarakat. Beberapa produk China yang masuk ke Indonesia mengandung racun dan zat yang berbahaya bagi kesehatan terutama membahayakan bagi tubuh.


Kamis, 11 April 2013

TUGAS EKONOMI PARIWISATA 3


1.      Terdapat 2 (dua) buah Negara bertetangga yang pertama adalah Negara Astina dan Negara Amarta. Negara Astina memiliki jumlah penduduk 14.500.000 jiwa sedangkan Negara Amarta memiliki jumlah penduduk 9.700.000 jiwa. Penduduk Negara Astina yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 1.150.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 475.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 185.000. Penduduk Amarta yang melakukan perjalanan wisata minimal 1 (satu) kali berjumlah 675.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 2 (dua) kali berjumlah 355.000 orang; penduduk yang melakukan perjalanan wisata 3 (tiga) kali berjumlah 193.000. Adapun yang harus anda analisis adalah negara mana yang menurut anda paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan, sebutkan alasan-alasan anda dalam menarik kesimpulan yang telah anda berikan ?

Penghitungan Kecenderungan Perjalanan

1.      Negara Astina memiliki :

P          = 14.500.000 jiwa

Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
1.150.000
1 kali 
1.150.000
475.000
2 kali
950.000
185.000
3 kali
555.000
Total 1.810.000

Total 2.655.000

            KETERANGAN        :           N          = 1.810.000     orang
                                                           T          =  2.655.000     perjalanan
                                                           P          = 14.500.000   orang
NTP  =    N x 100%
               P
NTP  =   1.810.000  x 100%
               14.500.000
NTP  =   12,48%

GTP  =    T x 100%
                P
GTP  =    2.655.000 x  100%
               14.500.000
GTP  =   18,31%

 TF    =   GTP                       TF    =  T   
               NTP                                   N
 TF    =   18,31%                  TF    =  2.655.000
               12,48%                              1.810.000
 TF    =   1,5 Kali                 TF    =  1,46 Kali

2.   Negara Amarta memiliki :

P          = 9.700.000 jiwa

Number of Tourist (N)
(orang)
Frequency (F)
Trip (T)
(perjalanan)
675.000
1 kali 
1.150.000
710.000
2 kali
950.000
579.000
3 kali
555.000
Total 1.223.000

Total 1.964.000

            KETERANGAN        :           N         = 1.223.000     orang
                                                            T          = 1.964.000     perjalanan
                                                            P          = 9.700.000     orang

NTP  =    N x 100%
                P
NTP  =   1.223.000  x 100%
               9.700.000
NTP  =   12,60%

GTP  =    T x 100%
                P
GTP  =    1.964.000  x  100%
                9.700.000
GTP  =   20,24%

 TF    =   GTP                       TF    =    
               NTP                                   N
 TF    =   20,24%                  TF    =  1.964.000
               12,60%                              1.223.000

 TF    =   1,6 0 Kali                 TF    =  1,60 Kali

Menurut pendapat saya negara yang paling besar kemampuan sebagai negara asal wisatawan berdasarka proses perhitungan menggunakan rumusnya yaitu negara Amarta karena frekuensi negara amarta lebih banyak melakukan perjalanan wisata dibandingkan negara astina.

2.      Sebutkan apa saja sifat-sifat dari kecenderungan perjalanan ?

·         Sifat – sifat kecenderungan wisata :
a)        Bila pendapatan bertambah, maka persentase yang digunakan untuk keperluan pangan akan menjadi lebih kecil.
b)        Bila pendapatan bertambah, maka persentase yang digunakan untuk      keperluan sandang akan tetap sama.
c)         Bila pendapatan bertambah, maka persentase yang digunakan untuk keperluan bahan bakar, penerangan, air dan penyewaan fasilitas hidup adalah tetap sama.
d)        Bila pendapatan bertambah, maka persentase yang digunakan untuk keperluan aneka warna, seperti : rekreasi, pendidikan dan lainnya akan menjadi lebih besar.

·         Kecenderungan Perjalanan yang Tinggi disebabkan oleh :

a)        Pendapatan penduduk yang besar.
b)        Tingkat profesionalisme masyarakat (Wiraswasta, Direktur, Karyawan tingkattinggi, dll).
c)         Penduduk kota – kota besar.
d)        Kelompok usia antara 20 - 45 tahun.
e)         Kelompok keluarga kecil dan keluarga-keluarga yang memiliki anak - anak usia sekolah.
f)         Tingkat pendidikan penduduk yang tinggi.

·         Kecenderungan Perjalanan yang rendah disebabkan oleh :

a)        Pendapatan penduduk yang kecil.
b)        Pekerjaan penduduk seperti petani, buruh dan pensiunan.
c)         Anak-anak kecil dan orang – orang diatas 75 tahun.
d)        Para penghuni desa yang penduduknya kurang dari 2.000 orang.
e)         Anggota keluarga besar ( >5 orang).


3.  Berikan contoh dari produk jasa kepariwisataan yang berada pada kondisi elastis, elastisitas murni dan tidak elastis. Berikan alasan mengenai apa yang anda sebutkan tersebut ?

a)        Kondisi Elastis :
Seseorang Mahasiswi melakukan perjalanan wisata ke Australia yang dibiayai oleh Pemerintah karena ia telah memenangkan olimpiade Sains tingkat Internasional, sehingga mahasiswi tersebut tidak perlu mengeluarkan biaya untuk kebutuhannya berwisata karena mahasiswi tersebut mendapatkan paket    lengkap mulai dari fasilitas makan, mengunjungi tempat wisata dan akomodasi lainnya, yang sepenuhnya sudah ditanggung oleh pemerintah.
b)        Kondisi Elastisitas Murni :
Kenaikan harga bahan makanan sangat mempengaruhi harga produk termasuk dibidang jasa pariwisata. Biaya transportasi, makanan, minuman, akomodasi, barang-barang souvenir pastinya akan mengalami peningkatan harga  dengan sendirinya tanpa batas-batas tertentu. Dan mempengaruhi harga kebutuhan lainnya.
c)         Kondisi Tidak Elastis :
Wisatawan  yang akan melakukan perjalanan wisata ke negara Bali dengan menggunakan Pesawat Garuda tetapi karena tanggal keberangkatannya  jatuh pada hari raya maka harga tiket pesawat tersebut naik sebesar 50% dari harga awalnya. sehingga wisatawan beralih menggunakan maskapai penerbangan Lion Air yang dimana tiket tersebut lebih terjangkau.




Rabu, 10 April 2013

CLUB MEDITERANIAN


Club Med adalah perusahaan pertama yang menawarkan semua termasuk paket liburan, yang telah menjadi segmen dengan pertumbuhan tercepat di sektor pariwisata. hal tersebut merupakan keungggulan tersendiri dengan terdapatnya fasilitas yang terbaik.  produk yang dimiliki Club Med memiliki kekuatan dan konsep yang lebih menarik dari paket lainnya di pasaran. Semua fasilitas yang disediakan untuk memberikan kesenangan dan kenyamanan pada wisatawan (tamu). Club Med memiliki struktur keuangan yang kuat, manajemen baru, dan budaya baru.

Manfaat Ekonomi Club Med bagi Negara dengan perekonomian maju  yaitu :
1.      Dapat menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat sekitar club med
2.   Dapat meningkatkan penerimaan devisa negara terutama dari sektor pariwisata sehingga   negara tersebut dapat mengembangkan sarana dan prasarana disesuaikan dengan kebutuhan wisatawan yang berkunjung ke club med tujuannya untuk meningkatkan jumlah wisatawan,
3.  Dapat meningkatkan penerimaan pada sektor yang lain seperti pajak, perindustrian, perdagangan, pertanian dan lain-lain. Dalam kaitannya dengan dengan hal ini pertimbangan tidak semata-mata komersial saja tetapi juga memperhatikan dampaknya secara lebih luas.
4.      Produk yang dimiliki Club Med memiliki kekuatan dan konsep yang lebih menarik dari paket lainnya di pasaran.

Masalah ekonomi bagi negara maju yaitu :
1.      Masuknya produk Negara berkembang ke negara maju
2.      Perpindahan investasi dari Negara maju ke Negara berkembang
3.      Krisis ekonomi di Negara berkembang
4.      Investor Pindah ke Negara Berkembang

Manfaat Ekonomi Club Med bagi Negara dengan perekonomian berkembang yaitu :
1.   Menjadikan  Negara tersebut lebih terkenal dari sebelumnya karena adanya cabang Club Med di Negaranya.
2.      Meningkatkan pertumbuhan pariwisata.
3.     Mendatangkan wisatawan asing yang ingin berkunjung ke Club Med sehingga menghasilkan devisa bagi negara tersebut.

Masalah ekonomi yang sering di alami Negara-negara berkembang :
1.      Pertumbuhan penduduk yang sangat besar jumlahnya menambah kerumitan masalah-masalah pembangunan yang dihadapi. 
2.  Tingginya angka pengangguran dan kemiskinan sehingga tidak seluruh penduduk dapat melakukan kegiatan ekonomi karena untuk berinvestasi kita harus memiliki uang lebih, sedangkan para pengangguran dan masyarakat miskin untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari pun sangat sulit. 
3.  Tingkat Produksi yang rendah, produksi yang rendah ini diakibatkan oleh sumber daya manusia yang kurang memadai sehingga kurang adanya inovasi dalam meningkatkan nilai tambah suatu barang guna mencapai keuntungan yang maksimal. 
4.   Ekonomi yang sangat tergantung kepada ekonomi eksternal, dalam hal inieksternal yang dimaksud yaitu silkus ekonomi internasional. 

Minggu, 07 April 2013

TUGAS EKONOMI PARIWISATA 2


  1. Buatlah suatu diagram/gambar/Flowchart yang memperlihatkan bagaimana devisa dari sektor pariwisata mengalir masuk dan keluar dari sebuah negara.
  2. Buatkah sebuah diagram/gambar yang memperlihatkan pola pengeluaran wisatawan di suatu daerah tujuan wisata untuk komponen-komponen :
  3. Apabila seorang wisatawan mengeluarkan biaya makan dan minum sebesar Rp.5.000,- perhari, sementara ia berada di daerah tujuan wisata tersebut selama 5 hari, sedangkan pengusaha makan dan minum mengeluarkan biaya Rp.3.350,- untuk keperluan lainya, pada tingkat selanjutnya dikeluarkan biaya lanjutan Rp.2.150,- yang mengakibatkan timbulnya pengeluaran ikutan Rp.1.475,- . Berapakah Efek Berganda
    yang ditimbulkan oleh pengeluaran wisatawan di daerah tujuan wisata tersebut, dari kegiatan makan dan minum tersebut ?


    K = Y/E
            5000(5)+3350+2150+1475
                                25000
        = 31975
           25000
        = 1,279 = 1,28 x


    M = DS + IS + IdS
                  DS
        = 3350+2150+1475
                   3350
        = 6975
           3350
        = 2,08 x


    M = DS + IS + IdS
                  E

        = 3350+2150+1475
                   25000
        =  6975
           25000
        = 0,279 = 0,28 x

Senin, 25 Maret 2013

EKONOMI PARIWISATA





1.      Apa saja komponen-komponen Neraca Pembayaran ?

  • Neraca Barang (Neraca Perdagangan)
    Neraca barang dan neraca jasa disebut juga neraca transaksi berjalan (current account). Pos ini merupakan golongan terbesar dalam neraca pembayaran, yang meliputi transaksi barang. Transaksi barang ini meliputi ekspor barang, termasuk barang-barang yang bisa dilihat secara fisik, misalnya minyak, tembakau, tanah, kayu, karet, dan sebagainya. Ekspor barang merupakan transaksi kredit karena transaksi itu menimbulkan hak untuk menerima pembayaran (menyebabkan terjadinya aliran uang atau dana masuk ke dalam negeri). Impor barang meliputi barang-barang konsumsi, barang modal, dan bahan mentah untuk industri. Impor barang-barang merupakan transaksi debet karena menimbulkan kewajiban untuk melakukan pembayaran kepada negara lain (menyebabkan aliran dana atau uang ke luar negeri)

  • Neraca Jasa
      Sesuai dengan namanya, neraca jasa hanya mencatat transaksi-transaksi jasa saja. Neraca jasa meliputi transaksi ekspor dan impor jasa. Ekspor jasa meliputi penjualan jasa angkutan, turisme/pariwisata, asuransi, pendapatan investasi dan modal di luar negeri. Ekspor jasa termasuk transaksi kredit. Impor jasa meliputi pembelian jasa dari penduduk negara lain, termasuk pembayaran bunga, dividen atau keuntungan modal yang ditanam di dalam negeri oleh penduduk negara lain.
  • Neraca modal
     Neraca modal adalah neraca yang mencatat transaksi berupa investasi modal dan emas. Neraca modal (capital account) termasuk transaksi modal, terdiri dari transaksi jangka pendek dan transaksi jangka panjang.
  • Lalu Lintas Moneter
      Transaksi lalu lintas moneter adalah semua transaksi jual beli yang terjadi dari suatu negara ke luar negeri. Transaksi ini sering disebut accomodating transaction sebab merupakan transaksi yang timbul sebagai akibat dari adanya transaksi lain. Transaksi lain itu sering disebut dengan autonomous, karena timbul dengan sendirinya, tanpa dipengaruhi transaksi lain. Termasuk dalam transaksi autonomous adalah transaksi-transaksi yang sedang berjalan dan transaksi kapital serta transaksi satu arah.
  • Surplus dan Defisit Neraca Pembayaran
      Neraca perdagangan dikatakan surplus bila nilai ekspor barang lebih besar dari pada impornya. Kebijakan neraca pembayaran ditujukan untuk lebih meningkatkan penerimaan devisa dari ekspor guna memenuhi kebutuhan konsumsi dalam negeri. Kebijakan tersebut ditujukan pula untuk menghemat devisa melalui substitusi impor dan memanfaatkan sumber-sumber dana dari luar negeri, baik berupa pinjaman maupun penanaman modal asing, serta menunjang perluasan kesempatan kerja dan pemerataan pembangunan.\

2. Sebutkan akibat-akibat yang ditimbulkan oleh kegiatan pariwisata terhadap Neraca Pembayaran suatu negara ?
  • Pariwisata dapat menurunkan defisit yang dialami negara
  • Pariwisata dapat menurunkan surplus pembayaran negara
  • Pariwisata dapat menambah jumlah surplus neraca pembayaran negara
  • Pariwisata dapat menambah defisit yang dialami Negara
3.      Apa saran anda mengenai tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit Neraca Wisatawan?
Menurut saya tindakan yang perlu diambil untuk mengurangi defisit wisatawan disuatu negara adalah dengan cara:
  • Pengembangan dan pemeliharaan terhadap Objek Daya Tarik Wisata agar semakin menarik wisatawan baik domestic maupun internasional untuk melakukan kegiatan wisata ODTW tersebut.
  • Melakukan promosi tempat-tempat pariwisata
  • Memperbaiki sistem sarana transportasi yang ada, sehingga dapat menunjang efektivitas dan efisiensi wisatawan saat berkunjung. Misalnya dengan memperbaiki loket-loket sarana transportasi serta alat transportasinya.
  • Mengadakan sosialisasi mengenai cinta produk dalam negeri
  • Partisipasi aktif dalam bursa pariwisata 
  • Intensifikasi kampanye program sadar wisata dan sapta pesona kepada masyarakat.
  • Saat bepergian kesuatu negara sambil mempromosikan tempat-tempat pariwisata di negara kita.
  • Menekan laju warga yang akan melakukan pejalanan pariwisata keluar negeri.
  • Meningkatkan keamanan ditempat-tempat pariwisata sehingga wisatawan lebih merasa aman dan nyaman.
4.    Carilah masing-masing sebuah contoh dari Neraca Pembayaran dan atau Neraca Wisatawan, lalu buatlah pendapat atas neraca-neraca tersebut ?

Neraca pembayaran







Q:Quarter(triwulan) 
Transfer berjalan 
neraca transfer berjalan pada trwulan II-2010 mencatat surplus  relatif sama dibanding periode sebelumnya surplus tersebut sebagian besar berasal dari pengiriman devisa oleh TKI yang melebihi pengiriman devisa oleh TKA.

Neraca wisatawan



Q:Quarter(triwulan) 
Sektor pariwisata (jasa travel) mencatat surplus sebesar USD413 juta selama Triwulan II-2010, lebih tinggi dibanding periode sebelumnya (surplus USD364 juta). Peningkatan surplus tersebut akibat naiknya pengeluaran devisa wisatawan mancanegara (wisman) yang berkunjung ke Indonesia, yaitu dari USD1.617 juta menjadi USD1.771 juta, melampaui kenaikan pengeluaran devisa wisatawan nusantara (wisnus) di luar negeri, yaitu dari USD1.253 juta menjadi USD1.358 juta.